Selasa, 12 Mei 2009

dalam renungan seorang


Malam sudah beranjak pulang dan datang berganti dengan subuh. Aku masih belum merasakan kantuk menjemputku. Fikirku pun masih melayang... entahlah sudah beberapa hari dalam seminggu ini aku tak dapat tidur dengan nikmatnya. layaknya malam ini. pikiranku tak lelahnya melayang, terbang seperti begitu ringannya debu ditiup angin. berkelana menembus waktu yang telah berlalu. aku ingat padanya. seseorang yang pernah teranggap sebagai "surga". ya...kamu firdaus!
Aku ingin bisa melupakanmu, ingin aku menanggalkan ingatanku tentangmu karena sudah jauh jarak kita kini. berbagai babak telah kita lewati dalam ruang berbeda, kendati harapku pernah tertumpu padamu, namun itu dulu! kendati aku pernah mencintaimu, itu dulu! aku pernah merasakan kebahagiaan dan merasa jatuh dalam pesonamu, namun katakanlah itu dulu!
Bukankah kini saatnya aku katakan selamat datang hari baru dalam hati yang baru? aku tak mau mati kutu dan mati rasa karenamu Firdaus, aku tak mau mati konyol. Yang kumau, biarkan aku tenang dengan meninggalkan semua tentangmu dalam kenangan. bantu aku, biarkan aku beranjak menjauh dan berlari mengejar semua ketertinggalanku, biarkan lah kini Firdaus itu hanya menjadi angin lalu yang sudah jauh berhembus..dan aku menantikan kesejukan udara lain dalam nikmatnya surga duniaku bersamanya yang akan segera datang.
Rabbi,,, bantu aku bangkit...Rabbi tunjukkan aku jalanMU
Jalan kebahagiaan
jalan ketenangan
jalan petunjuk
jalan lurus
jalan terang
jalan damai
jalan ikhlas
jalan cintaMU
Agar aku tenang menemukan cintanya..

Amiin..

selamat tinggal Firdaus, selamat jalan Firdaus, semoga kau tenang bersamanya..
dan aku kan bahagia sambut hariku yang baru bersama "dia"

kesabaran

Semoga Alloh menggolongkan kita kedalam kumpulan orang sabar. Katanya orang sabar akan mendapatkan cinta Alloh..Amin! Tapi, apakah bersabar it mudah? Ehm..kurasa belajar sabar itu gak mudah..terkadang harus jadi orang bijak dulu untuk jadi orang sabar. Ga cukup waktu cuma seminggu, sebulan, setaun, sedasawarsa...belajar sabar dalam kuliah kehidupan itu harus selamanya, kayaknya sks nya terbanyak deh...
Sebenarnya..kenapa sih orang harus sabar? Coba ada yang tau gak?
Yang pasti kata bijak dalam kitab riyadusholihin bilang : kesabaran adalah kunci. Kunci untuk menemukan jawaban kehidupan. Tapi sabarnya adalah yang berisi, bukan sabar yang kosong. Sabar yang lalu dikuatkan dengan sholat dan do'a and then ikhtiar yang tetap dalam kesabaran.
Pokoknya..hebat banget kalau kita bisa lulus kuliah kehidupan dengan nilai A dalam mata kuliah "KESABARAN"...

saat hati berucap kerinduan

Rindu itu mungkin sama dengan kangen. rindu juga mungkin sama dengan luapan perasaan yang membuncah. Disaat seseorang berharap atau menginginkan untuk bertemu, merasakan, melihat, menyentuh, atau menjadi subjek dari sebuah objek. Mungkin begitu lah rindu.

Rindu muncul dari dalam hati. karena hati adalah awal dari semua yang ada dalam diri seseorang. Katakanlah rindu..ketika seorang kekasih berharap bertemu dengan pasangannya maka itulah rasa rindu, ketika seorang bunda berharap membelai anaknya maka itulah rindu, ketika sahabat ingin sekali menjabat dan berpelukan saling bersenda gurau dengan sahabatnya, maka itulah rindu. hati ini merindukannya. ingin segera bertemu dengan seseorang yang akan membasuh peluhku dari rasa lelah. menyejukkan hatiku dari kekeringan berharap dan menanti. seseorang yang shaleh yang akan menjadi jalan kebahagiaan hidup.

hati ini rindu akan terkabulnya do’a dan harapan oleh Sang Khalik yang berkuasa atas munculnya segala perasaan. aku tetap merindukanMU Ya Rabb agar hati ini tetap bersih walaupun sedang merindukannya.

Sabtu, 09 Mei 2009

mengharapkan sang kekasih

umurku sudah hampir seperempat abad. sudah matang dan cukup usia untuk menikah dan merasakan kebahagiaan kehidupan dibabak lain bersama seorang pasangan sejati. namun hingga saat ini, kekasihku belum juga kutemukan. sering hati ini merasakan kesedihan, sering diri ini meratap, sering mata ini tanpa terasa menitikkan air mata tatkala ingat pada diri yang tengah merasakan iri pada mereka disana yang telah lengkap hidupnya merasakan bahagia dalam warna hidup bersama pasangannya. aku sering mengeluh pada NYA, dan mempertanyakan apakah ini sebuah cobaan untukku dan aku harus kuat. disatu sisi aku begitu berharap akan kehadiran seseorang itu, namun di sisi lain kehendak Alloh tak akan bisa tertolak dan terpaksa oleh apapun dan siapapun. aku kemudian berfikir mungkin ini adalah pelajaran untukku, ini mungkin yang terbaik bagiku..
dilain waktu aku kembali merenung, masih mencoba cari jawaban tentang pasangan sejati itu. dimanakah ia berada? kapankah aku bertemu dengannya? siapakah dia? namun semakin aku memutar otak mengingatnya aku semakin merasa pusing, buntu, dan berujung dengan tangisan yang menyeruak. aku kadang berfikir tak adakah seseorang yang memang mau padaku? apakah mungkin tak ada seorangpun yang tercipta untukku, tak adakah seseorang itu yang akan merubah semua warna dalam diriku semakin indah?
akh...aku merasa gelap akan jawaban tentang itu. semua akan menjadi terasa terobati tatkala aku ingat bahwa Alloh telah ciptakan pendamping untukku dan itu pasti! hanya mungkin saat ini belum waktunya. dan aku kembali akan menangis mengingat hal itu.
ada pertanyaan yang selama ini apabila dipertanyakan orang-orang padaku begitu sulit aku menjawabnya yaitu :
mana calonnya ?
kapan menyusul ke pelaminan?
siapa pendampingnya?
akh...itu pertanyaan-pertanyaan yang akan membuatku mati kutu untuk menjawabnya.
belum lagi aku akan dibuat menangis hati ini jika sudah ada orang yang gak ngerti keadaanku, mereka menyindirku dengan sebutan "gak laku" memperbandingkanku dengan gadis yang umurnya lebih muda namun mereka sudah terlihat beruntung berdampingan dengan seseorang.
walopun entahlah sebenarnya mereka itu berjodoh ato tidak..namun dalam kalangan masyarakat awam dikampungku, gadis seusiaku ini terbilang sudah tua dan melebihi batas normal usia menikah.
aku tahu karena statusku ini juga orang tuaku terutama ibuku sering menakis karena aku. beliau menagisiku karena teman-teman sesama ibu-ibu banyak menyindir anaknya ini yang masih bertahan dengan kesendirian.
padahal aku sebagai wanita normal pada umumnya tentu sangat berharap bisa segera menemukan pilihan pasangan sejati. akupun sama seperti mereka, ingin merasakan hidup normal sebagai seorang pasangan, seorang istri, seorang bunda, menjadi seorang wanita yang sempurna sebagai wanita..
namun dibalik semua harapanku itu kutahu ada Rabb yang lebih kuasa mengaturnya.
Ya Alloh..jika memang sendiriku menuntunku untuk belajar menjadi insan lebih baik maka tuntunlah aku..
jika dengan berpasangan aku akan lebih bahagian, maka bahagiakanlah aku
jika berpasangan lebih baik bagiku daripada sendiri dalam hal segalanya dunia akhiratku..maka tuntunlah aku temukan pasanganku itu dan bahagiakanlah hidupku hingga ke akhirnya. tuntunlah aku hidup bahagia bersamanya dunia wal akhirat.. amiin...
ku yakin Engkau akan pasangkan aku dengannya dan perytemukan aku di saat terbaik ditempat terbaik dan menyatu dalam ikatan terbaiki yang Kau Ridhoi..amiin
kabulkanlah harapku Ya Alloh Yaa. dzaljalaaliwalikrom...amiin ya mujibuddu'a..

Sabtu, 02 Mei 2009

maka masih banyak yang patut buat disyukuri

maka masih banyak hal yg patut disyukuri...bagaimana tidak? saat tadi pagi d sekolah, ku dibuat tersadar...bahwa rezeki dari Alloh itu terhampar luas buat umatnya, hanya tinggal bagaimana umat tersebut melek untuk menjemput rezeki itu.
ikhwal kecil namun menarik sekali untuk ditarik hikmahnya...
1. tapi pagi d sekolah ceritanya ada seorang mas mas jawa orang cerbon, datang ke sekolahku pagi2 banget, bawa gembolan keresek item...tampangnya biasa, bahkan nyaris tak tertebak sebagai seorang penjual mainan anak-anak yang biasanya nongkrong di depan sekolah. mas mas itu tak mengatakan sepatah katapu, mungkin karna dia ga ngerti bahasa sunda. dia langsung celingukan nyari tempat nyaman buat menggelar dagangannya yang tampak hanya sedikit saja!
awalnya ku gak tahu si mas itu jualan apa ya? sejam, dua jam, hingga 4 jam berselang setelah waktu belajar bergulir, aku gak pedulikan si mas mas itu. lantas istirahatpun tiba, aku duduk d beranda ruang guru. kulihat anak-anak didikku tengah asyik memainkan sebuah boneka kecil plus tongkat kecil berbentuk bintang. kutanyakan pada anak-anak itu, "eta nuju ngorek naon neng?" tanyaku... mereka (siswa2) tanpa panjang lebar menjawab langsung mendemontrasikan mainan yang ada ditangannya, salah satu diantara nya berkata n mempraktekkan : "bangun...bangun...hari sudah siang...ting!" lalu boneka kecil yg ada d telapak tangannya bangun dengan sendirinya..., tahukan apa yg ada d telapak tangan anak kecil itu? yah...ketika kulihat dan kupegang itu hanyalah boneka biasa terbuat dari busa yg didalamnya diisi tanah liat berbentuk bulatan logam uang 100 rupiah. ku tanyakan pada merke, darimanakah mainan eitu mereka daptkan, dan mereka jawab dengan isyarat :"itu...." sambil menunjuk arah si pedagang. ternyata yg berjualan itu adalah laki-laki mas mas yg tadi datang paling pagi untuk berjualan.
kulihat dagangan si mas digerumuti oleh anak-anak, dagangan kreatifnya, hampir udah laku setengahnya...